Kamis, 09 Juni 2022

Kementan Terus Genjot Percepatan Regenerasi Petani untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan

Kegiatan bimtek percepatan regenerasi petani gelaran Kementan di Purworejo Jawa Tengah
PURWOREJO, KABARINDONESIA.CO.ID – Bertempat di Hotel Plaza, Purworejo, Jawa Tengah, pada Rabu 9 Juni 2022 digelar Bimbingan Teknis (Bimtek) mengenai penumbuhan wirausaha muda dan regenerasi petani. Kegiatan bimtek ini digelar Kementerian Pertanian (Kementan) bersama anggota Komisi IV DPR RI Vita Ervina MBA, sebagai bagian upaya membangun Indonesia tangguh dalam pembangunan pertanian melalui generasi milenial.

 

Kegiatan Bimtek ini dilaksanakan sehari dengan peserta berasal dari petani milenial sejumlah 75 orang dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) 25 orang berasal dari Kabupaten Purworejo. Adanya bimtek ini diharapkan SDM pertanian dapat meningkat pengetahuan dan keterampilannya dalam mengelola bidang pertanian, di mana sektor ini memberikan peluang kerja dan usaha yang luas serta strategis, sehingga lima pilar usaha, yaitu : peningkatan produksi pangan pokok, stabilisasi harga bahan pangan, peningkatan kesejahteraan petani, mitigasi gangguan terhadap ketahanan pangan dan perbaikan kualitas konsumsi pangan dan gizi, dapat terwujud.

Berbagai narasumber hadir dalam bimtek yang diikuti para petani milienal tersebut
Sesuai yang diamanatkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), beberapa program Kementan sebagai upaya mewujudkan kedaulatan pangan dan meningkatkan produksi pertanian dilakukan melalui optimalisasi pengolahan tanah, tersedianya bibit bermutu, ketersediaan pupuk dan sarana prasarana (jalan, alat dan mesin pertanian) dan yang tak kalah penting adalah percepatan regenerasi petani di tanah air sebagai pelaku usaha. 

Pada kesempatan lain, Kepala BPPSMP Dedi Nursyamsi menyatakan, upaya untuk mewujudkan kedaulan pangan, harus dilakukan dengan memanfaatkan bonus demografi (64,5%) penduduk   berusia muda (17–40 tahun),  membangkitkan minat generasi muda/milenial di bidang pertanian melalui berbagai insentif,  pendidikan vokasi dan pelatihan, penyuluhan,  bantuan permodalan dan lainnya.  

“Perlunya regenerasi petani dari usia tua ke usia muda, fakta yang ada 74 % petani berpendidikan rendah, 49 % petani  berusia di atas 50 tahun, sehingga berimbas susah dalam mengadopsi teknologi pertanian yang semakin maju dan berkembang,” jelas Dedi Nursyamsi.  

Sementara Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang, Bambang Sudarmanto juga menyampaikan,  generasi muda/milenial memiliki peran penting dalam pertanian, seperti menciptakan inovasi/terobosan baru, agar  produksi pertanian : efisien, produktvitas tinggi, berkualitas, terintegrasi dan berkelanjutan, sehingga perlu dilakukan bimbingan teknis dan upaya pendampingan berlanjut sperti yang dilakukan saat ini. 

“Mengubah mind set bahwa kerja di sektor pertanian itu harus ke sawah, kotor dan berlumpur, tradisional, terbelakang. Diubah menjadi usaha agribisnis dari sub-sistim hulu sampai hilir, dan menjadi petani itu keren,” beber Bambang Sudarmanto.  

Dalam kesempatan ini pula anggota komisi IV DPR RI, Vita Ervina, MBA. memberikan arahan secara online tentang, dukungan percepatan regenerasi petani oleh legislatif dilakukan dalam bentuk pengawasan, legislasi dan juga penganggaran yang pro petani milenial.

“Untuk diketahui, sektor pertanian menjadi sumber pangan nasional/penghasil makanan pokok, mampu menyerap lapangan kerja (31,6 %) penduduk bekerja di sektor pertanian,” paparnya.

Dalam kesempatan ini pula Vita yang juga sekaligus pembina GraVITAsi Kabupaten Purworejo, menyampaikan apresiasi kepada tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sebagai ujung tombak memajukan pembangunan pertanian, diharapkan penyuluh terus melakukan pendampingan ke petani dan menginformasikan update terbaru teknologi pertanian ke para petani,  sebagai pilar ekonomi nasional dan menjamin kedaulatan pangan.

 

Beberapa narasumber bimtek dihadirkan berasal dari praktisi pertanian dan TIK yang kompeten di bidangnya dengan memberikan materi tentang : kiat menjadi wirausaha muda pertanian, pengelolaan smart farming dan inisiasi star up pemasaran digital  produk–produk pertanian. Dalam kesempatan ini beberapa pihat terkait hadir pada kegiatan bimtek tersebut, salah satunya Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo Wasit Diono SSos MM. (*/kj)
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


Follow Kami

NEWS UPDATE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

Info Harga Sembako Jogja

INFO CUACA KALTIM